My Only Hope

My Only Hope
My Only Hope

Kamis, 24 Februari 2011

Doaku untuk Istri yang Sholeha Akhir Zaman

Yaa……Rabbi……..
Aku berdoa untuk seorang akhwat yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sangat mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang yang akan meletakkanku pada posisi di hatinya setelah Engkau dan Muhammad shallahu’alaihiwasalam
Seseorang yang hidup bukan untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk-Mu dan orang lain
Wajah, fisik, status atau harta tidaklah penting
Yang terpenting adalah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
Dan berusaha menjadikan sifat-sifat baikMu ada pada pribadinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup
Sehingga hidupnya tidak sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak, tidak hanya otak yang cerdas
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku, tapi juga menghormatiku
Seorang yang tidak hanya memujaku, tetapi juga dapat menasehatiku
Seseorang yang mencintaiku bukan karena fisikku, hartaku atau statusku tapi karena Engkau
Seorang yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang membuatku merasa sebagai lelaki shaleh ketika aku berada di sisinya
Seseorang yang bisa menjadi asisten sang nahkoda kapal
Seseorang yang bisa menjadi penuntun kenakalan balita yang nakal
Seseorang yang bisa menjadi penawar bisa
Seseorang yang sabar mengingatkan saat diriku lancang

Ya..Rabbi……
Aku tak meminta seseorang yang sempurna
Hingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seseorang yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya lebih hidup
Aku tidak mengharap dia semulia Fatimah Radhiyallahuanha, tidak setaqwa Aisyah Radhiyallahuanha ,Pun tidak secantik Zainab Radhiyallahuanha, apalagi sekaya Khodijah Radhiyallahuanha.
Aku hanya mengharap seorang akhwat akhir zaman,
Yang punya cita-cita mengikuti jejak mereka,
Membangun keturunan yang sholeh,
Membangun peradaban,
dan membuat Rasulullah shallahu’alaihiwasalam bangga di akhirat
Karena aku sadar aku bukanlah
orang yang semulia abu baker Radhiyallahu,
Atau setaqwa umar Radhiyallahu, pun setabah Ustman Radhiyallahu,
Ataupun sekaya Abdurrahman bin auf Radhiyallahu, setegar zaid Radhiyallahu
Juga segagah Ali Radhiyallahu, apalagi setampan usamah Radhiyallahu.
Aku hanyalah seorang lelaki akhir zaman
yang punya cita – cinta

Ya…..Rabbii …….
Aku juga meminta, Jadikanlah ia sandaran bagiku
Buatlah aku menjadi ikhwan yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sepenuh jiwaku
Berikanlah sifat yang lembut, sehingga auraku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak kebaikan dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
Mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat
kokohnya benteng tidak bisa dibangun dalam semalam, namun bisa hancur dalam sedetik
Kota Baghdad tak dibangun dalam sehari, namun bisa hancur dalam sekejap
Perkawinan tak dirajut dalam pertimbangan sesaat, namun bisa saja terberai dalam sesaat
Pernikahan, bukanlah akhir dari sebuah perjalanan
Tapi awal sebuah langkah
Karenanya, jadikanlah kelak pernikahan kami sebagai titian
Untuk belajar kesabaran & ridho-Mu, ya Rabbi
Dan bilamana akhirnya kami berdua bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
” Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang
dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segalanya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan….
Astaghfirullah, Wallahu’alam bisshowab
Dari ikhwan yang membutuhkan ampunan Allah azzawajalla, dan mengharapkan doaku dikabulkanNYA untuk mendapatkan istri yang sholehah

Doa Wanita - Teruntuk Ikhwan yang Sholeh

Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang
KU unggkap getar ini dalam ragu yang tertahan…
Untukmu seorang ikhwan yang tak juga kunjung datang…
Aku bersama semua baktiku yang tertunda
Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna
Bila tidak juga kau ada…
Untuk calon suamiku yang tidak ku tahu ada dimana
Kelak bila kau datang izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu..
Iznkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu…
Untuk calon suamiku yang sedang berdakwah entah dimana
Ketahuilah…
Bahwa aku wanita asing bagimu
Nanti terangkanlah apa – apa yang tidak kumengerti darimu
Terangkanlah apa-apa yang tidak tersukai darimu
Agar istri solehah menjadi mahkota mendampingimu…
Untuk calon suamiku yang masih sibuk dalam kelelahanmu…
Ketahuilah bahwa aku selalu menunggumu..
Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu..
Menjadi rumah yang lapang untukmu…
Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu…
Menjadi penyejuk hatimu…
Dan Wahai engkau calon pengobat cintaku…
Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku
Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu…
Bersama menyempurnakan hati dalam Mahabah-Nya..
Menyemarakan dakwah dengan para Jundi – jundi Allah…
Aku bersama kesederhanaan yang terbalut takwamu…
Bersama menggapai perjuangan ini…
Yang karenamu Allah semakin sayang padaku…
Pada dakwahku…

Rabu, 12 Januari 2011

PERHITUNGAN IP ADDRESS

PERHITUNGAN IP ADDRESS

Mungkin kebanyakan orang bertanya-tanya,,, tentang perhitungan IP Address itu bagaimana,,, dan mungkin hanya ikut-ikutan saja.
Disini saya akan menjelaskan mengenai perhitungan IP Address.

Kita tau bahwa untuk menyeting IP Address, yg harus kita ketahui yaitu:
1. IP Address
2. Subnetmask
3. IP Network
4. IP Broadcast
5. IP Gateway
6. DNS Primary
7. DNS Secondary

Nah langsung saja,, tanpa berbelit-belit,,, Pertama-tama siapkan kopi hangat dulu,, g' pake ampas plus pake susu, tapi gak pake gula, murni susu.
Minum dulu sedikit,, Seruuuuputtt...hehehehe

Misal kita mendapat IP Address dari ISP yaitu

202.134.34.1/30

Maksud dari /30 adalah untuk mengetahui berapa nilai subnetmasknya dan berapa jumlah ip yang bisa dipakai, serta nilai dari ip network dan ip broadcast.

xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

IP terdiri dari 4 Octet,
Octet kesatu dihitung mulai dari /0 /1 /2 /3 /4 /5 /6 /7
Octet kedua dihitung mulai dari /8 /9 /10 /11 /12 /13 /14 /15
Octet ketiga dihitung mulai dari /16 /17 /18 /19 /20 /21 /22 /23
Octet ketiga dihitung mulai dari /24 /25 /26 /27 /28 /29 /30 /31

/0x/1x/2x/3x/4x/5x/6x/7x./8x/9x/10x/11x/12x/13x/14x/15x./16x/17x/18x/19x/20x/21x/22x/23x./24x/25x/26x/27x/28x/29x/30x/31x

sekarang kita tau, bahwa /30 berada pada oktet ke 4.
Sekarang fokuskan pikiran kita ke oktet yg ke 4

./24x/25x/26x/27x/28x/29x/30x/31x

untuk x yang berada di sebelah paling kanan itu mempunya nilai, kita anggap saja x1
x1 = 1
x2 = 2
x3 = 4
x4 = 8
x5 = 16
x6 = 34
x7 = 64
x8 = 128

Untuk IP Network, selalu terhitung mulai dari angka 0 dan ip broadcast untuk kelas C terhitung sampai 255 (0-255) jadi untuk kelas C jumlah IP nya adalah 256. ingat "JUMLAH IP" berbeda dengan "IP YANG BISA DIGUNAKAN"

Jadi untuk IP /30 jumlah IP nya adalah 4, dari mana 4, lihat saja nilai x setelah /30. Jadi IP nya adalah

202.134.34.0 ---> IP Network
202.134.34.1 ---> IP yang akan dipakai
202.134.34.2 ---> IP yang akan dipakai
202.134.34.3 ---> IP Broadcast

dan untuk subnetmasknya, cara perhitungannya yaitu 256-jumlah IP
256-4=252
jadi untuk subnetmasknya adalah 255.255.255.252
Maka untuk /30 ip yang bisa dipakai adalah 2, 2 didapat dari jumlah ip (4) dikurang 2 (ip broadcast dan ip network)

Waduh,,,, kayanya pada pusing nih,,,, paham g'
nih mudahnya tak kasih contekan

/24 256-2=254
/25 128-2=126
/26 64 -2=62
/27 32 -2=30
/28 16 -2=14
/29 8 -2=6
/30 4 -2=2
/31 2 -2=0

Nilai sama dengan di atas adalah jumlah ip yg bisa dipakai
dan untuk mengetahui subnetmasknya 256-jumlah ip

/24 256-256=0
/25 256-128=128
/26 256-64 =192
/27 256-32 =224
/28 256-16 =240
/29 256-8 =248
/30 256-4 =252
/31 256-2 =254

Gimana nih,, samapai disini dah ngerti blm,, kl masih blm paham, chatingan aja kita or kirim komentar OK Bos,,,

Oya tambahan
Mungkin kalian dah sering nyeting ip
IP: 192.168.1.2
SN: 255.255.255.0
GW: 192.168.1.1

Nah ip diatas sebenernya /24 karena nilai Subnetmasknya adalah 0
Apabila kalian ingin membuktikan kebenarannya, coba isikan IP address tersebut menggunakan os windows xp.
IP: 202.134.34.3
SN: 255.255.255.252

Pasti g' mw,,, Tanya ken.....APA?
Karena IP tersebut adalah IP Broadcast. dan IP Broadccast dan IP Network tidak bisa digunakan.
Coba jajal lagi deh,,, nilai 3 diganti dengan 4 (pasti g' bisa) 5 dan 6 (pasti bisa) 7(g' bisa) atau
IP: 192.168.1.255
SN: 255.255.255.0
Pasti g' bisa deh..... Oke bos,,,,

Kamis, 02 Desember 2010

Dosa yang Lebih Besar dari 1000x Zina

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan
terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam
duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya.
Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan
yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidakdapat menghapus kesan kepedihan yang
tengah meruyak hidupnya. Iamelangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah
Nabi Musa a.s.
Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan
dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk
sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata,
"Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan
mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?"
tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya. " jawab wanita
cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka
perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina."
Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.

Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil.
Setelah anak itu lahir, langsung saya........ cekik lehernya sampai......
tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api
matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu
dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu.
Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh
segera bangkit dan melangkah surut.
Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah
Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak
mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang
Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya?
Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak
tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang
Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita
yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar
daripadanya? " Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar
dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh
rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril.

"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista
itu?" " Ada
!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian
penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa
menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali
berzina
".Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi
untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk
memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan
tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu
tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap
remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk
mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali
dosanya dengan
sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah
itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau
menerima kedatangannya.


Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar
dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70
nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah.

Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga
terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka
selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri
dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu
tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist
Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk
melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH > Abdurrahman Arroisy)